Minggu, 20 Oktober 2013

Tema: Masalah kemiskinan, anak jalanan, dan orang terlantar


Pada suatu hari ada seorang wanita bernama Dera, supel dan pemberani. Dia adalah seorang Mahasiswa di Jakarta yang berkuliah di bidang kesehatan. Setiap pagi, ia berangkat kuliah dengan menggunakan kereta api. Dan itu ia harus melewati beberapa stasiun dan transit dr stasiun menuju stasiun yang dituju. Yah, sebenernya dia lelah dengan apa yang dia jalanin saat itu, harus bangun pagi-pagi, desak-desakan di dalam kereta ditambah harus menunggu kereta yang terlambat yang membuat ia sampai dikampus telat. Bahkan terkadang ia harus berlari-lari mengejar KOPAJA untuk sampai kampusnya tepat waktu dan berlari kadang juga naik ojek. Bagaimana pun ia ingin sampai kampusnya tidak terlambat. di sepanjang jalanan dia melihat banyak orang terlantar yang mengemis, mulai dari di kereta dekat stasiun bahkan ketika ia naik kopaja banyak sekali pengamen ataupun anak kecil yang menyapu lantai bus kopaja. sungguh miris itu semua, dan ia hanya bisa bicara dalam hati " seadainya itu adik gue, ibu gue atau nenek gue. gimana yah?" dan karena merasa empati Dera memberi uang kepada mereka seikhlasnya. 
Terkadang ia berfikir " kenapa negara membuat UUD 1945 pasal 34 tapi dalam kenyataanya tidak ada tindak lanjutnya sama sekali, sunggu itu membuat kecewa."
ketika sampai dikampus, ternyata tidak ada dosen. dan dera pun segera meninggalkan ruang kelasnya itu dan menuju ruang basecamp dimana iya kumpul bersama sahabatnya. dera termasuk anak yang supel dan pandai bergaul, temannya bukan hanya di satu jurusan saja, bahkan sahabat-sahabat dera itu teman beda jurusan. Saat di basecamp Dera merenung tentang masalah kemiskinan yang ada di Jakarta, dalam hatinya " sebernya yang salah itu Pemerintahnya, presidennya atau masyarakatnya ? kenapa masih banyak anak terlantar dan mereka putus sekolah"
tiba-tiba salahsatu sahabat datang bernama Lira. " hai dera, kamu tidak ada jam kuliah?" tanya lira dengan ramah. " iya dosenku tidak ada sedang ada tugas dinas, jadi ya daripada aku langsung pulang yah lebih baik aku disini dulu. nanti juga ada rapat kan? " jawab Dera. " oh gitu, katanya sih begitu Ra. tapi entah rapat apa" jawab Lira singkat. Akhirnya lira membuka laptop, saat itu kuliah dia sedang libur karena telah melaksanakan UAS. sedangkan Dera masih memikirkan masalah kemiskinan yang ada. 
Waktu telah menunjukan jam 4 sore, saat itu Dera bergegas pulang. lagi-lagi dia pergi ke terminal dengan metromini yang di ramaikan oleh para pengamen. dia duduk dekat jendela, disepanjang jalan dimalam hari, ia melihat banyak anak-anak yang sedang bernyanyi dan minta2. padahal itu jalanannya besar sekali dan banyak mobil yang berlalu lalang ditambah metromini yang sering melaju cepat. sunggu kali ini, hati ingin menangis. setelah naik metromini ia pergi menuju stasiun kota dengan busway . sesampainya distasiun dia melihat banyak nenek-nenek dipinggir jalan. ingin rasanya dera mengajak pulang mereka tapi dia berfikir bagaimana cara menghidupkan mereka. ingin sekali2 dia bertanya tentang kehidupan nenek-nenek itu, " apakah dari pagi sampai malam dia berdiam di situ?" dan itu belum terjawab karena Dera harus cepat-cepat agar tidak ketinggalan kereta. Sunggu miris negeri ku ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar